20 May 2019

Mengintip Wihara-wihara Tua di Lasem

Lasem kerap disebut Petit Chinois, atau Tiongkok Kecil. Sementara, orang Eropa di zaman kolonial Belanda menyebutnya The Little Beijing Old Town. Sebab, kota ini mengingatkan mereka pada Negeri Tirai Bambu. Kota kecil di Tanah Rembang ini memiliki banyak pesona, termasuk wihara-wihara bersejarah.

Di Lasem, ada tiga wihara tua yang memiliki cerita sejarah panjang. Pertama, Wihara Poo An Bio di Jalan Karangturi. Ia didirikan seiring perkembangan warga Tionghoa di kawasan Karangturi. Letaknya tepat di tepi Kali Lasem.

Kedua, Wihara Gie Yong Bio di Jalan Babagan No. 7 yang berwarna merah terang. Merah (menyimbolkan api dan darah) memang jadi warna keberuntungan warga Tionghoa. Simbol kemakmuran, kebenaran, juga kebajikan. Gie Yong Bio kabarnya dibangun pada 1780 untuk menghormati para pahlawan Lasem, yaitu Oey Ing Kiat, Tan Kee Wie, dan Raden Panji Margono, yang gugur dalam perang melawan VOC pada 1742 dan 1750. Di wihara ini, terdapat tiga altar suci untuk ketiganya. Perhatikan dinding-dinding wihara yang penuh dengan lukisan serupa komik. Menakjubkan.

Terakhir, Wihara Cu An Kiong, disebut sebagai wihara tertua di Lasem, yang terletak Jalan Dasun—jalan tertua di Lasem. Memang nggak ada waktu pastinya kapan wihara ini didirikan. Ada beberapa prasasti dan papan bertulis di dalam ruangannya, yang berisi sejarah warga Tionghoa di masa lalu.

Baca liputan lengkap tentang Lasem di majalah CITA CINTA no.04/2016 yang edar 18 Februari 2016. Untuk info mengenai majalah CITA CINTA terbaru bisa dilihat di sini.