26 Jun 2019

Vidi Aldiano Antara Berewok dan Pacar Baru

Tiga tahun nggak mengeluarkan album baru ternyata membuat Vidi Aldiano kangen memproduksi lagu-lagu baru. Alhasil awal Maret lalu, cowok kelahiran 29 Maret 1990 ini meluncurkan single Aku Cinta Dia yang merupakan tribute buat almarhum penyanyi legendaris Chrisye. Yuk, simak cerita seru Vidi soal berewok buat image baru sampai pacar baru

Kok, lama mengeluarkan single baru?
Sebenarnya setiap tahun dari 2013 masih ngekuarin single terus. Kalau kata orang-orang, sih, terlena sama kegiatan off air dan pending karena pendidikan juga. Tapi, tahun 2016 ini gue sudah harus ngeluarin album karena sudah kangen banget. Nah, akhir tahun kemarin sudah di-block dari Desember 2015 sampai bulan Juni 2016 mendatang untuk fokus di album ketiga.
 
Ada berapa lagu?
Akan ada 10 lagu, di luar dua lagu tribute to Chrisye, ada juga yang ditulis sendiri. Gue, Nino RAN, Lale dan Ilman Maliq & D’Essentials, kami berempat memproduksi album ketiga saya. Berhubung masing-masing jadwalnya padat, kami baru ngumpul di atas jam 10 malam. Besoknya ketemu lagi. Ya, pertemanan lagi berubah, nih, karena lagi ngejar deadline launching album bulan Agustus. Kalau nggak sengaja ketemu satu panggung langsung kencang mukanya, ha ha ha.
 
Cerita soal single Aku Cinta Dia, dong…
Kenapa lagu itu karena di tanggal 31 Maret nanti ada peringatan 9 tahun wafatnya Chrisye. Lagu Aku Cinta Dia merupakan lagu yang tadinya nggak dimasukkan ke albumnya Chrisye, tapi dipaksa sama produsernya. Ternyata malah jadi turned point-nya, keluarga Chrisye bisa beli rumah gara-gara lagu ini. Ini lagu yang punya pengaruh besar buat keluarga Chrisye. Menurut gue launching single itu tanggal 1 Maret pas aja dan tanggal 30 baru keluar video klipnya.
 
Apa tantangannya?
Menyanyikan lagu tribute atau remake paling sulit karena ekspektasinya sudah ada dan gue harus bikin something yang lebih berbeda dengan cara gue sendiri—kan,  harus ada sisi originalnya juga. Tantangannya lebih di sana, sih.
 
Cerita soal brewok, dong, apakah bikin image baru?
Somehow memang ingin banget numbuhin brewok ini. Tumbuhnya cepat banget! Segini cuma tiga minggu. Ya, mungkin karena ngerasa ini album ketiga, I feel like I have the privilege to do what I want. Ini bukan sesuatu yang fixed, this may come and go.
Buat gue ini masuk ke dalam brand baru gue, look baru gue di album ketiga, jadi ini bukan cuma iseng semata. Something to do with the whole concept. Di album ke-3 akan lebih retro yang ada hubungannya dengan si brewok ini. Retro yet modern at the same time. Gimana caranya bisa bikin lagu dengan nuansa 2016 yang bisa didengar sampai 2000 kapan, tapi dimasuki elemen retro 60,70,80-an di lagu-lagu gue.
 
Soal bisnis apparel bagaimana?
Pas setahun bulan Februari ini, so far happy, sih. Nggak nyangka bisa sampai setahun—malah bisa expanding dan masih jalan banget. Bahkan ada beberapa orang yang ingin tackle brand gue untuk di luar negeri juga. Belum tahu ke depannya gimana, tapi somehow gue enjoy. Tim happy dan bisa makan, gue pun bisa menyalurkan ide gue dan orang-orang yang beli juga ngerasa puas karena kualitasnya bener. Bukan asal-asalan.
 
Cara bagi waktu?
Yang paling susah bagi waktu sebenarnya tahun lalu karena semua serba start-ups. Gue pulang S-2 langsung bikin 3 bisnis baru, mulai dari clothing line, VA Records, dan bisnis resto. Karena itu tahun lalu nggak bisa bikin album. Setiap hari meeting, bisa untuk tiga bisnis sekaligus. Tahun lalu stres dan sibuk, tapi happy. Kalau nggak sibuk malah stres, bingung, he he he. Harus disibukin anaknya.
 
Lalu… status hubungan sekarang?
Nggak single. Baru jadian…
 
Masih sempat pacaran?
Ya, disempat-sempatin pacaran. Sebenarnya kami berdua dari awal bilang prioritasnya bukan pacaran, tapi kerja karena umur kami berdua lagi (produktif) kerja. Dia sibuk banget, lebih sibuk dari gue malah. Dari awal prioritasnya di-set dulu, pertama kerja, baru keluarga, colleagues, dan pacaran. Santai, tapi respect lah.
 
Alice Larasati
Foto: Shinta Meliza