21 Aug 2019

Ida Bagus Gede Wiraga: Berimajinasi Setiap Saat

Buku mewarnai untuk orang dewasa belakangan ini sangat populer dan menjadi best seller di banyak toko buku. Tren ini membuat nama ilustrator I. B. G. Wiraga ikut meroket. Pasalnya, cowok yang juga berprofesi sebagai desainer di perusahaan perhiasan internasional John Hardy ini pun membuat buku mewarnai bertema Bali. Bahkan, karyanya sudah dicetak ulang sampai tiga kali!

Apa yang membuat Anda menyukai dunia gambar?
Kalau banyak orang menghilangkan stres dengan mewarnai, saya kerap menenangkan diri dengan sketching. Itu sebabnya saya selalu membawa sketch book ke mana-mana karena ide bisa muncul di mana pun.
 
Bagaimana cara mencari inspirasi?
Selain sering melihat dan terinspirasi dari karya seni orang lain, saya juga suka traveling. Salah satu tempat menginspirasi yang pernah saya datangi adalah beberapa kota di Rajasthan, India, seperti Jaipur dan Udaipur, negeri yang penuh bekas kerajaan. Tapi, jalan-jalan di Pulau Bali pun sudah cukup menginspirasi.
 
Bagaimana awalnya bisa membuat buku mewarnai?
Saya dikontak oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama untuk mendesain sampul buku. Karena di luar negeri sedang tren buku mewarnai untuk dewasa, penerbit punya ide membuatnya dengan mengangkat tema Bali. Saya pun mendapat tawaran untuk mengerjakannya. Buku itu selesai dalam waktu tiga bulan dan mendapat sambutan sangat baik dari masyarakat. Saat ini, akan dicetak ulang untuk ketiga kalinya.
 
Ada tema khusus dalam ilustrasi Anda?
Beberapa tahun terakhir, saya banyak mengambil tema kisah anak dan jenis ilustrasi surealis. Untuk pengerjaan ilustrasi buku fiksi, saya perlu membaca isinya sebelum mulai menggambar. Penerbit biasanya membebaskan saya untuk mengintepretasikan cerita ke dalam ilustrasi, tapi agar hasilnya maksimal, saya tetap berdiskusi dengan penulis dan editor.
 
Sejak kapan Anda menjadi ilustrator untuk novel?
Saya pertama kali mengerjakan sampul buku dan ilustrasi dua tahun silam, yaitu buku puisi Pelesir Mimpi karya Adimas Immanuel dari Penerbit KataBergerak. Lalu, saya mengerjakan cover dan ilustrasi untuk beberapa buku puisi dan fiksi, di antaranya dari penulis Peggy Melati Sukma.

Ada juga Surat Kopi dan Bulu Matamu Padang Ilalang karya Joko Pinurbo, serta Angsa-angsa Ketapang, Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri dan Jika Aku Milikmu karya Bernard Batubara. Saya juga mengerjakan beberapa ilustrasi cover untuk Gramedia, yaitu Lockwood and Co: Tengkorak Berbisik karya Jonathan Stroud, The Golem and the Jinni karya Helene Wecker, serta If I Stay dan Where She Went karya Gayle Forman.
 
Bagaimana dengan profesi sebagai desainer perhiasan?
Setiap tahun, John Hardy mengeluarkan dua musim koleksi perhiasaan—Fall dan Spring. Di saat itulah, saya mendesain perhiasan menggunakan pensil dan cat air. John Hardy memang terkenal dengan kualitas handmade-nya sehingga desainnya pun dikerjakan tanpa menggunakan software komputer.
 
Apa tip sukses untuk menjadi ilustrator andal?
Menggambarlah setiap saat, lalu unggah karya kita di media sosial. Jika ada komentar dari orang lain, jadikan itu masukan bagi kita. Kalau kita konsisten berkarya, tawaran akan datang dengan sendirinya. Yang terpenting, berimajinasilah setiap saat.

Fanny Indriawati
Foto: Koleksi Pribadi