23 Apr 2019

8 Cara Membuat Hubungan Lebih Menyenangkan

Memang, sebuah hubungan yang bahagia terjadi jika dua orang yang terlibat saling mencintai satu sama lain. Padahal, masih ada hal-hal lain yang membuat hubungan makin menyenangkan dan tahan lama. Seperti dilansir MSN Living, berikut beberapa fakta yang bisa membuat hubungan kita dan si dia makin membahagiakan. Lalu, coba praktikkan mana yang cocok.
 
Tidak usah terburu-buru
Tampaknya memang romantis kalau begitu berkenalan langsung memutuskan menikah. Tapi, sebuah penelitian dari Emory University di Georgia, AS, menemukan bahwa semakin lama pasangan berkencan sebelum menikah, semakin besar kemungkinan hubungannya langgeng.
 
Ucapkan “terima kasih”
Nggak pelit dengan ucapan terima kasih membantu pasangan lebih pengertian, menyayangi dan responsif. Tingkat hormone oksitosin yang meningkat saat mengucapkannya membuat rasa sayang dan percaya juga meningkat.  Hubungan pun—menurut penelitian pusat Greater Good, University of California, Barkeley, AS—jadi lebih sukses.
 
Perlakuan kecil
Sedangkan penelitian para ahli social dari Universitas Terbuka di Inggris menemukan kalau perlakuan kecil tapi penuh kasih juga memperkuat ikatan sesama pasangan dan menjauhkan dari stres. Perlakuan seperti pelukan erat, ciuman, hadiah tidak terduga atau sekadar membawakan minum bermakna besar bagi kemesraan dengan si dia.
 
Berbagi pengalaman
Jalan kaki berdua, menjelajahi tempat-tempat baru atau sekadar mencicipi sebuah resto baru membuat pasangan saling memahami satu sama lain.
 
LDR? Oke-oke saja!
Kalau menurut hasil penelitian Cornell University, pasangan yang LDR mungkin juga punya keterikatan yang kuat satu sama lain—bahkan bisa lebih dari yang tidak LDR-an. Yang penting, jangan seperti orang susah! Kemajuan teknologi saat ini—contoh, gunakan Skype dan Face Time—sangat membantu pasangan tetap “dekat” meski dipisah jarak ribuan kilometer.
 
Jangan hanya kirim pesan
Sebab selalu bergantung pada teknologi chatting/pesan teks, dari hasil penelitian Brigham Young University, Utah, malah memperlihatkan kemungkinan keretakan dalam hubungan. Pesan teks untuk menyatukan perbedaan pendapat dan membuat keputusan malah menurunkan kualitas hubungan.
 
Mengobrol sebanyak mungkin
Paling sedikit lima jam dalam seminggu—kalau bisa, lebih—sisihkan waktu untuk berbicara langsung berdua saja dengan si dia. Jangan lupa berbagi cerita kocak. Hasil penelitian Institute Kesehatan Jiwa Nasional AS menunjukkan pasangan yang saling tertawa  bersama, sama-sama puas dan bahagia dengan hubungan mereka.
 
Batasi pertemanan
Bukan melarang si dia berteman dengan orang lain ketika menjalin hubungan dengan kita, tapi usahakan agar lingkaran pertemanan kita dan si dia tidak saling tumpang tindih. Penelitian Facebook bekerja sama dengan Cornell University menemukan jika pasangan yang sebagian besar teman-temannya saling mengenal, punya kemungkinan berpisah lebih besar.
 

Meiranie Nurtaeni
Foto: Fotosearch