22 Aug 2019

5 Kesalahan Berkomunikasi dengan si Dia

Tidak salah jika saling berbeda pendapat dalam suatu hubungan. Wajar karena masing-masing manusia memiliki karakter dan pemikiran yang berbeda-beda—sekalipun memiliki ikatan batin. Yang jadi masalah adalah cara menyelesaikan perbedaan tersebut. Karena komunikasi yang baik adalah kunci hubungan yang sehat. Berikut lima kesalahan berkomunikasi yang sering terjadi dan cara memperbaikinya.
 
1. Bawa-bawa masa lalu
Setiap kali ada kejadian atau perkataannya yang tidak menyenangkan, kesalahan di masa lalu selalu diungkit atau dibawa kembali. Padahal tidak ada kaitannya dengan kejadian yang sedang dialami. Menurut ahli hubungan dan perilaku manusia, Patrick Wanis, seperti dilansir HerCampus.com, hal ini dikarenakan ada kekesalah atau masalah di masa lalu yang belum terselesaikan.
Perbaiki: Buat daftar topic-topik apa yang selalu muncul lagi dan lagi. Diskusikan dengan kepala dingin topic-topik tadi untuk dicari solusinya. Serta, selalu ingat pada inti masalah yang menyebabkan pertengkaran sehingga tidak membawa perkara yang sudah lewat.
 
2. Diam
Maunya si dia paham kalau begitu kita diam saja, tandanya sedang marah atau bermasalah. Namun perilaku seperti ini malah menunjukkan kita tidak dewasa. Menghukum dengan mengabaikannya malah menutup kemungkinan penyelesaian masalah. Gimana mau diselesaikan jika satu pihak tidak terus terang apa yang dia pikirkan?
Perbaiki: Simpel, stop memakai senjata diam ini! Cara yang ‘dewasa’ untuk menyelesaikannya dengan terus terang langsung ucapkan apa yang membuat kita kecewa.
 
3. Bertahan
 Tidak ada yang suka bila dituduh sebagai penyebab masalah. Kritik—seberapa pun konstruktifnya—tetap sulit diterima oleh siapa pun. Kita atau si dia lalu sama-sama bertahan bahwa pemikiran sendiri yang benar.
Perbaiki: Wajar, perasaan insecure atau terancam sering membuat orang defensif. Sebelum beralasan balik, tarik nafas sejenak dan ingatkan kalau reaksi kia sebenarnya berlebihan. Lalu, tanggapin perkataannya dengan lebih baik. Atau, minta waktu untuk menunda dulu pembahasan masalah—misal beberapa jam setelahnya atau esok hari. Begitu tenang, dengarkan argumennya juga minta si dia mendengarkannya. Bukan berarti kita harus setuju dengan kritik yang dating, tapi setidaknya dengarkan dulu kritik tersebut.
 
4. Debat dengan pesan teks
Seberapa pun variasi dari emoji yang kita punya pada ponsel, tidak ada yang mengalahkan makna perkataan—misal, maaf—langsung dari mulut kita, disertai bahasa tubuh, warna suara, dan ekspresi wajah.
Perbaiki: jangan kirim pesan teks yang berisi kekesalan kita! Dan, jika si dia yang mengirim pesan, minta untuk bertemu guna membahas langsung. Mungkin saja, begitu bertemu, kita dan si dia sudah mereda amarahnya. Sedangkan, bagi yang sedang LDR, coba untuk melakukan video call.
 
5. Ingin menang
Fokus untuk memenangkan perdebatan malah menjauhkan dari penyelesaian sesungguhnya, yaitu, mendapat solusi yang pas bagi berdua.
Perbaiki: ingatkan diri bahwa ini bukan kompetisi mencari pemenang. Jadi, berhenti berusaha menang! Jangan berusaha membuktikan bahwa kita benar. Tapi analisa masalahnya, fokus pada hal yang penting, dan coba cari solusinya bersama.
 
Meiranie Nurtaeni
Foto: Fotosearch