17 Sep 2019

Kantor Krisis. Resign atau Bertahan?

Gosipnya, nih, kantor mengalami masalah finansial sehingga banyak diberlakukan aturan baru demi penghematan. Alhasil karyawan mulai resah dan sibuk mencari pekerjaan baru. Dilema pun menghampiri kita: apakah harus bertahan atau resign? Sebelum membuat keputusan, CC beberkan lima keuntungan bertahan di tengah ‘bedol desa’.
 
Sesuai passion
Terdengar klise? Namun, banyak orang bertahan di kantornya selama bertahun-tahun karena merasa sudah menemukan pekerjaan yang sesuai passion-nya. Jika kita juga mengalaminya, nggak masalah, kok, kalau memilih tetap rajin bekerja. Siapa tahu justru kita dapat promosi buat menggantikan mereka yang resign.
 
It pays the bills
Jika kondisi keuangan kita belum sejahtera banget, pikir-pikir dulu sebelum berhenti dari pekerjaan sekarang. Apakah dengan tabungan yang dimiliki bisa bertahan minimal tiga bulan sebelum mendapat pekerjaan baru? Kalau jawabannya tidak, pertahankan pekerjaan yang kita miliki, dong.
 
Keuntungan terselubung
Sejelek-jeleknya kantor yang sekarang, pasti ada sisi positifnya. Jejaring oke, keakraban dengan rekan kerja, jenjang karier (masih) menjanjikan, waktu kerja fleksibel, sampai tunjangan transportasi saat lembur adalah beberapa berkah yang bisa disyukuri.
 
Sudah kenal
Karyawan yang keluar untuk menghindari masalah biasanya nggak akan bertahan lama di tempat kerja barunya. Yap, harus diingat bahwa di mana pun kita bekerja akan selalu bertemu masalah. Lebih aman bekerja di tempat yang sudah benar-benar kita kenal plus-minusnya karena sudah tahu trik survive-nya. Nah, jika ingin keluar, sebaiknya untuk kemajuan karier kita sendiri—bukan yang lain.
 
Alice Larasati
Foto: Fotosearch