23 Oct 2018

5 Trik Hilangkan Kecanduan Belanja Online

Belanja online sudah jadi gaya hidup yang memudahkan manusia saat ini. Tidak perlu buang-buang waktu dan energi untuk pergi ke toko, cukup duduk depan komputer, browsing, dalam sekejap sudah punya barang yang diinginkan kapan pun dan di mana pun. Namun, namanya manusia, semakin dimudahkan, semakin timbul keinginan untuk memiliki lebih. Kemudahan-kemudahan tadi malah membuat kita makin doyan belanja. Untuk mengusir kecanduan belanja online, psikolog asal Inggris dan penulis buku Click.ology, Graham Jones menyarankan beberapa hal berikut:
 
1. Hindari browsing ketika lelah
Jelajahi situs belanja online tengah malam sebelum tidur memang menyenangkan karena tidak mengganggu atau terganggu pekerjaan. Tapi, membuat keputusan ketika lelah atau mengantuk bisa berbuah pembelian yang disesali. Simpan dulu barang yang ingin dibeli pada bagian ‘cart’, lalu lihat lagi besoknya ketika pikiran sudah jernih.
 
2. Belanja karena tekanan
Sering melihat bagian “pelanggan yang membeli produk ini juga membeli”? Keinginan untuk mengikuti trend agar diterima secara sosial membuat kita—dari lubuk hati—tertarik membeli apa yang orang lain beli. Juga, mengikuti apa yang orang “seperti kita” karena membantu menegaskan identitas pribadi di masyarakat.
 
3. Hati-hati jebakan ongkos kirim gratis
Beberapa situs belanja online menawarkan biaya kirim gratis tapi dengan syarat batas pembelajaan minimal. Tawaran gratis memang membuat kita tergelitik, tapi kalau dihitung atau dipikir lagi, kita akan belanja lebih dari yang dibutuhkan, bahkan lebih dari ongkos kirim yang dibayar dengan pembelanjaan yang ‘asli’. Jika kita masih menyukai ongkir gratis ini, coba belanja di situs yang menawarkan ongkir gratis berapa pun pembelanjaan kita.
 
4. Abaikan godaan iklan banner
Ketika sedang asyik browsing di dunia maya, sering iklan banner dari situs belanja online tidak hentinya muncul—kanan, kiri, atas, atau tengah-tengah web—menggoda kita untuk klik banner tersebut. Jangan jadikan hal tersebut adalah pertanda bahwa barang tersebut seharusnya jadi milik kita. Untuk menghentikan kemunculan banner-banner iklan tersebut, hapus cookies atau gunakan advertising blocker pada browser kita. Serta, unsubscribe e-mail newsletter dari situs belanja online guna menghindari godaan sale harian dari mereka.
 
5. Jadi tamu saja
Daripada mendaftar jadi member situs dan menyimpan data kartu kredit—sehingga tinggal klik pas mau belanja lagi—gunakan pilihan ‘guest-checkout’. Cara ini membuat kita punya waktu memikirkan lagi pembelanjaan kita karena mesti mengisi alamat dan info pembayaran. Serta, jadi guest lebih aman.
 


Meiranie Nurtaeni
Foto: Fotosearch