18 Feb 2019

4 Topik yang Harus Dihindari Saat Networking

Acara semacam networking  memang menyenangkan untuk memperluas pergaulan dan membuka kesempatan kerja baru. Untuk itu, penting banget untuk pede memberanikan diri mendekati dan gabung mengobrol dengan orang-orang yang hadir pada acara tersebut. Buat diri senyaman mungkin untuk memulai obrolan.
Cuma, mesti diingat untuk menjaga perkataan juga. Sebab, begitu ada kata atau kalimat yang ternyata menyinggung orang lain, nilai kita langsung jatuh saat itu juga. Apalagi karena kita baru pertama kali pertemu dengan mereka.  Nah, coba hindari beberapa topik obrolan berikut sebagai langkah pertama kesuksesan networking kita.

1. Politik
Setiap orang punya preferensi politik masing-masing dan cenderung mempertahankan pendapatnya bila ada yang tidak setuju pada preferensi tersebut. Tapi, pada acara yang melibatkan networking, bicara politik bukan hal mengenakkan untuk berdebat terbuka mengenai politik. Kita tidak pernah tahu bagaimana isi kepala seseorang—kecuali orang tersebut blak-blakan membicarakannya—apalagi yang baru kita kenal. Bisa-bisa, nilai kita malah turun karena dianggap menyinggung. Jika bertemu dengan kumpulan orang yang bicara politik, lalu situasi malah memanas, segera ‘menyingkir’ dari situ. Buat alasan seperti mau mengambil minum, ke toilet, atau charge baterai ponsel.
 
2. Detil kehidupan pribadi
Tentu, pembicaraan mengenai hobi, relationship, dan pertemanan adalah hal menarik sebagai obrolan. Cuma mesti diingat batasan pembicaraannya. Tidak perlu menceritakan pengalaman online dating atau hal aneh yang dilakukan teman pada malam sebelumnya.  Bukan berarti menutup diri dan tidak mau menjawab bila ada yang bertanya dengan status kita, tapi jangan sampai oversharing atau berlebihan.
Memang selalu ada orang yang sangat suka membicarakan hal-hal pribadinya. Tidak masalah, apalagi jika cukup menghibur. Yang penting, kita kan ingin diingat dari kehidupan professional yang baik. Nah, cara terbaik adalah menahan diri dan membuat kehidupan personal kita tetap personal.

3. Keluhan pekerjaan
Sekalipun kita sangat menyukai pekerjaan kita, pasti ada saja hal negatif yang membuat hati bete. Tidak masalah, setiap orang pasti mengalaminya. Yang jadi masalah adalah ketika membicarakan hal tersebut pada orang lain yang bekerja di luar perusahaan dan baru saja dikenal. Setiap orang punya masalah, tapi tidak ada yang mau mendengarkan masalah orang lain yang baru dikenal. Pasalnya, membosankan mendengarkan masalah pekerjaan. Lagipula, kita ingin dilihat sebagai profesional yang baik. Jadi awali dengan sikap profesional dan tunjukkan kemampuan kita mengerjakan pekerjaan dengan baik. Jangan sampai orang lain malah mengenal kita sebagai “karyawan yang kantornya tidak bisa membeli printer baru—misalnya.”

4. Hal-hal yang kita anggap bodoh
Karena apa yang kita anggap bodoh, mungkin sesuatu yang orang lain suka. Sehingga, begitu kita mengolok-olok atau berkata negatif tentang hal tersebut—meski hanya bercanda, mungkin akan menyinggung perasaan orang lain. Nilai kita pun langsung negatif pada kesan pertama, padahal “perjalanan” kesuksesan networking kita masih panjang.  Percaya, deh, berkata “ah, itu kan cuma bercanda” tidak akan membuat orang memaafkan kita dengan mudah.
 
Meiranie Nurtaeni
Foto: Fotosearch