23 Jan 2020

Selamat Tinggal Kantong Plastik!

Selama ini kita selalu mendapat kantong plastik untuk membawa barang belanjaan. Berhubung sejak tanggal 21 Februari 2016 lalu sudah mulai diujicobakan kebijakan kantong plastik berbayar oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, apakah konsumen akan merasa dirugikan? Sst, justru bumi yang sedih kalau kita masih bandel memakai kantong plastik, tuh.
 

 
Mengurangi limbah plastik
Menurut Agus Supriyanto, Kepala Seksi Bina Peritel, Direktorat Pengelolaan Sampah Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di beberapa kota di Indonesia akan mulai uji coba kebijakan kantong plastik berbayar, antara lain di Jakarta, Bandung, Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, Solo, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Palembang, Medan, Pekanbaru, Banda Aceh, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Ambon, Jayapura, dan Kendari.

Kantong plastik berbayar ini diberlakukan di toko modern seperti mini market, supermarket, dan hypermarket. Tujuannya adalah untuk menurunkan jumlah penggunaan kantong plastik yang mencemari lingkungan. FYI, plastik butuh waktu 50-100 tahun untuk terurai!

Menurut Natalia Paat, 22, Miss Scuba Indonesia, dampak negatif sampah plastik juga akan sampai ke laut.
“Sampah plastik sangat mencemari lingkungan alam dan mengganggu ekosistem bawah laut. FYI, 80% sampah yang kita buang di darat imbasnya akan jadi sampah di laut,” tegas Natalia.
 
Disiplin bersama
Nah, buat yang malas membawa tas belanja sendiri, tentunya harus siap mengeluarkan dana lebih saat berbelanja. Pasalnya, kantong plastik ‘dijual’ sekitar Rp 200 hingga Rp 2.000—tergantung kebijakan masing-masing Pemda.

Sampai hari ini, sih, masyarakat memberikan respons positif untuk mendukung program kantong plastik berbayar. Termasuk model dan aktris Whulandary Herman, 27, yang mengusulkan seharusnya Rp 5.000 per kantong plastik.
           
“Sejak kecil saya memang terbiasa bawa kantong belanja sendiri. Saat belanja, saya nggak segan bilang dan mengingatkan orang yang masih memakai kantong plastik,” kata Puteri Indonesia 2013 tersebut.
             
Uji coba ini berlangsung sekitar tiga bulan, mulai tanggal 21 Februari hingga 15 Mei 2016 mendatang, lalu akan ada evaluasi.

“Jika berhasil semoga nanti di bulan Juni 2016, sudah ada peraturan secara nasional yang ditetapkan dari pemerintah pusat,” ujar Agus.

Semoga, ya….

Ratih Fitrina
Foto: Fotosearch